Fakta atau Hoax? Kabar Kakak Viktor Axelsen Masuk Islam Karena Terpukau dengan Ahsan

Daftar Isi

Nathaniel Webb, diberitakan sebagai kakak pebulutangkis dunia Viktor Axelsen yang viral karena masuk Islam setelah terinspirasi Ahsan. Benarkah berita Nathaniel Webb mualaf ini?

Cek Fakta atau Hoax? Kabar Kakak Viktor Axelsen, bulutangkis asal Denmark masuk Islam karena terpukau dengan Ahsan, pebulutangkis Indonesia.

Siapa Viktor Axelsen dan Nathaniel Webb?

Viktor Axelsen adalah pebulutangkis tunggal putra asal Denmark yang saat ini menempati peringkat satu dunia. Ia merupakan peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo dan juara dunia 2017. Ia dikenal sebagai salah satu pemain yang memiliki teknik dan fisik yang mumpuni.

Nathaniel Webb adalah seorang warga negara Denmark yang memeluk agama Islam sejak lama. Ia tidak ada hubungan darah dengan Viktor Axelsen, meskipun keduanya berasal dari negara yang sama. Ia juga tidak terlibat dalam dunia bulutangkis.

Bagaimana kabar kakak Viktor Axelsen masuk Islam beredar?

Kabar kakak Viktor Axelsen masuk Islam berawal dari sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube "nusantritv" pada tanggal 31 Mei 2023. Video tersebut menampilkan Nathaniel Webb yang mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing oleh KH Syukron Ma'mun, salah satu ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam keterangan video, disebutkan bahwa Nathaniel Webb adalah kakak dari Viktor Axelsen, dan alasan ia memeluk Islam adalah karena kagum dengan Mohammad Ahsan, pebulutangkis ganda putra Indonesia yang sering sujud syukur setiap kali menang. Video tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi perbincangan netizen.

Apakah kabar kakak Viktor Axelsen masuk Islam benar atau hoax?

Setelah dilakukan penelusuran, kabar kakak Viktor Axelsen masuk Islam ternyata hoax. Berikut adalah beberapa fakta yang membantah kabar tersebut:

- Viktor Axelsen tidak memiliki saudara laki-laki bernama Nathaniel Webb. Menurut data Playersbio.com, Viktor Axelsen hanya memiliki seorang adik perempuan bernama Line Axelsen.

- Nathaniel Webb sudah memeluk Islam sejak lama dan tidak ada hubungan dengan Viktor Axelsen. Menurut laporan Santripos.com, Nathaniel Webb adalah seorang mualaf yang sudah belajar Islam sejak tahun 2019 dan tinggal di Pondok Pesantren Al-Munawwaroh di Jawa Timur.

- Alasan Nathaniel Webb masuk Islam tidak ada kaitannya dengan Mohammad Ahsan. Menurut kesaksian KH Syukron Ma'mun, Nathaniel Webb masuk Islam karena mendapatkan hidayah dari Allah SWT dan tertarik dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam).

Apa dampak dari kabar hoax tersebut?

Kabar hoax tentang kakak Viktor Axelsen masuk Islam dapat menimbulkan dampak negatif bagi pihak-pihak yang terkait, seperti:

- Menyebarkan informasi palsu yang dapat menyesatkan publik dan merusak citra pebulutangkis Denmark.

- Mengganggu privasi dan kebebasan beragama Nathaniel Webb dan Viktor Axelsen.

- Menyulut sentimen antara umat beragama dan antara negara-negara yang terlibat dalam dunia bulutangkis.

Bagaimana cara menghindari kabar hoax seperti ini?

Untuk menghindari kabar hoax seperti ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, seperti:

- Selalu melakukan cek fakta sebelum membagikan atau percaya informasi yang diterima dari media sosial atau sumber yang tidak jelas.

- Mencari sumber informasi yang kredibel dan terpercaya, seperti media massa resmi atau lembaga verifikasi independen.

- Menjaga sikap kritis dan objektif terhadap informasi yang diterima dan tidak mudah terpengaruh oleh emosi atau opini pribadi.

- Menjaga toleransi dan kerukunan antara umat beragama dan antara negara-negara yang terlibat dalam dunia bulutangkis.

Kesimpulan

Kabar kakak Viktor Axelsen masuk Islam karena kagum dengan Mohammad Ahsan adalah HOAX. Fakta yang ada adalah Nathaniel Webb adalah seorang mualaf yang sudah lama memeluk Islam dan tidak ada hubungan darah dengan Viktor Axelsen. 

Alasan Nathaniel Webb masuk Islam juga tidak ada kaitannya dengan Mohammad Ahsan. Kabar hoax tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi pihak-pihak yang terkait dan publik. Untuk menghindari kabar hoax seperti ini, perlu dilakukan cek fakta, mencari sumber informasi yang kredibel, menjaga sikap kritis dan objektif, dan menjaga toleransi dan kerukunan.

Posting Komentar